www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bengkulu

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Inilah Jenis Rafflesia Baru yang Ditemukan di Bengkulu

Posted by On 19.47

Inilah Jenis Rafflesia Baru yang Ditemukan di Bengkulu

Inilah Rafflesia kemumu, jenis baru yang ditemukan di Kemumu, Bengkulu Utara, Bengkulu. Jenis ini, sekilas mirip dengan Rafflesia gadutensis. Foto: Agus Susatya et al/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Daftar jenis Rafflesia di dunia kembali bertambah. Rafflesia kemumu, jenis baru yang ditemukan di Bengkulu ini menjadikannya sebagai Rafflesia ke-31 di dunia, urutan ke-15 di Indonesia, dan nomor ke-11 di Sumatera. Nama kemumu memang sengaja diberikan, sebagai lokasi pertama kalinya spesimen ini diambil untuk dideskripsikan.

Penemuan luar biasa ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Phytotaxa, edisi 27 Oktober 2017, halaman 211-220. Judulnya “Rafflesia kemumu (Rafflesiaceae), a new species from Northern Bengkulu, Sumatra, Indonesia.â €

“Sengaja tidak menamakannya dengan bahasa latin atau orang terkenal, karena ingin mengangkat kemumu sebagai salah satu habitat Rafflesia,” jelas Agus Susatya, penemu Rafflesia kemumu kepada Mongabay Indonesia, baru-baru ini.

Baca: Hidup Mati Agus Susatya untuk Rafflesia

Agus mengatakan, sebelum International Symposium on Indonesia Giant Flowers â€" Rafflesia and Amorphophallus dilangsungkan September 2015, Rafflesia yang ditemukan di sekitar Kemumu, Bengkulu Utara, ini dianggap jenis R. arnoldii.

Namun, saat peserta simposium melihat langsung Rafflesia tersebut, ada yang berpendapat ini merupakan jenis R. gadutensis. “Setelah diteliti lebih dalam, ternyata memang berbeda dengan R. gadutensis dan jenis lainnya. Sehingga, ia dideskripsikan sebagai jenis baru,” terang Agus.

Rafflesia bengkuluensis yang mekar pada 21 Januari 2015 di Desa Manau Sembilan Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Foto: Noprianto

Mengutip Susatya dkk (2017), R. kemumu memang mirip dengan R. gadutensis dalam ukuran bunga saat mekar. Tetapi, berbeda warna dan tidak ada bintik di diafragma bagian atas, susunan bintik pada dua lingkaran di windows dekat bukaan diafragma, tipe dan penyebaran ramentanya, serta jumlah anther.

Jenis ini mempunyai lobus perigon warna oranye hingga oranye gelap, bintil kecil mengelilingi bintil besar, dan 23 prosesi yang berbentuk kerucut dengan ujung yang membulat. Jenis ini tersusun dalam dua lingkaran masing-masing 15 dan 7, serta satu prosesi di tengah cakram.

Baca juga: Ekowisata, Strategi Andalan Konservasi Raff lesia dan Amorphophallus

R.kemumu mempunyai dua tipe ramenta toadstool sederhana dan majemuk di bagian atas tabung perigon. Juga, ramenta seperti brokoli yang tersebar dari bagian bawah dinding perigon hingga ke ujung atasnya. “Penemuan jenis ini menunjukkan, masih ada peluang ditemukannya jenis baru lagi di Indonesia. Di Sumatera saja, habitat Rafflesia berada di sepanjang Bukit Barisan, dari Aceh hingga Lampung. Dari semula yang dideskripsikan R. arnoldii, kini ada 11 jenis,” jelas Agus.

11 jenis Rafflesia di Sumatera ini adalah: R. arnoldii, R. atjehensis, R. gadutensis, R. hasseltii, R. micropylora, R. patma, R. rochussenii, R. bengkuluensis, R. lawangensis, R. meijerii, dan R. kemumu.

“Sejak 2005 hingga kini, ada empat jenis baru yang dideskripsikan di Indonesia. Yakni, R. bengkuluensis, R. lawan gensis, R. meijerii, dan R. kemumu. Indonesia kalah produktif dibandingkan Filipina yang mendeskripsikan sebanyak 6 jenis baru dalam kurun 10 tahun,” jelasnya.

Rafflesia lawangensis. Sumber: Jurnal REINWARDTIA, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Agus berharap, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap Rafllesia sebagai flora yang membanggakan. Sebagaimana diketahui, R. arnoldii telah ditetapkan sebagai Puspa Langka Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. “Filipina sudah mengklaim sebagai pusat sebaran Rafflesia, sedangkan Malaysia menjadikan Rafflesia sebagai ikon pariwisata.

“Harusnya, kita lebih maju. Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) R. arnoldii dan Amorphophall us titanum pada September 2015 yang telah dicanangkan, harus segera dilakukan. Tunggu apa lagi,” tandasnya.

Related

Sumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »