www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bengkulu

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

MUI Provinsi Khawatirkan Keputusan MK Melegalisasi LGBT

Posted by On 17.27

MUI Provinsi Khawatirkan Keputusan MK Melegalisasi LGBT

MUI Provinsi Khawatirkan Keputusan MK Melegalisasi LGBT Submitted by Redaksi on 28 December 2017


Bengkulu - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu tanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal legalisasi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), guna menghindari dampak pada kebijakan masyarakat Provinsi Bengkulu.

Ketua Komisi Bidang Dakwa, MUI Provinsi Bengkulu, Iip Arifin mengatakan, adanya keputusan MK yang berpihak pada pemerintah melalui Kemenag terhadap pelegalan kaum LGBT dan kumpul kebo, tentu akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi MUI tentunya.

Dikatakan Iip Arifin, MUI Provinsi Bengkulu menjadikan dimana peran terbesar komisi dakwa ini untuk lebih menjaga, bahwa aktivitas ke masyarakatan dalam kontek keagamaan ini tetap dalam bingkai kesepakatan umum yang sudah tertuang dalam aturan, baik secara konstitusi landasan Pancasila yang berdasarkan akar budaya bangsa, atau dari kesepakatan umum yang tidak keluar dari 4 mashaf yang diyakini bersama.

"Kita tahu bahwa aspek LGBT ini sendiri adalah menjadi gundukan gunung es di setiap daerah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa di Bengkulu pun ada. Kita melihat dengan kasat mata seperti di stadion dan Pasar Atas sudah semakin marak," tegas Iip.

"Dikhawatirkan jika adanya pelegalan LGBT akan berdampak adanya ruang yang lebih besar pada para pelaku, dan secara otomatis sedikit banyaknya akan menimbulkan dampak keresahan bagi masyarakat Bengkulu,รข€ lanjutnya.

Untuk mencegah terjadinya dampak keresahan masayarakat,menurut Iip Arifin, MUI Provinsi Bengkulu memberikan himbauan untuk mendesak minta ketegasan kepada pemerintah dan ormas-ormas Islam dalam membentuk atau mengusulkan a danya peraturan dan Perundang-undangan inisiatif untuk dibahas lebih lanjut ke sidang DPRD, agar tidak memberikan ruang kepada para pelaku LGBT berkembang.

"Kami khawatirkan juga jika masalah itu terus dibiarkan tanpa adanya bingkai hukum dan ruang lingkup penegak aturan tidak berjalan di masyarakat terhadap keresahan adanya LGBT, akan membuat masyarakan akan menegakan hukum masyarakat sendiri yang mana akan memberi dampak langsung pada pelakunya.

Jika hukum masyarakat sudah menjadi bagian dari karakter bangsa, lebih dikhawatirkan akan menurun pada generasi mendatang dalam menciptakan sebuah karakter bangsa untuk lebih menerapkan cara-cara perbalisme atau kekerasan ketimbang cara hukum kontitusional," demikian Iip Arifin. (Lusi)

Sumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »