www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bengkulu

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Musuh Bersama Kesenjangan, Bukan Beda Paham Pancasila

Posted by On 04.47

Musuh Bersama Kesenjangan, Bukan Beda Paham Pancasila

Rabu 13 Desember 2017, 18:35 WIB Musuh Bersama Kesenjangan, Bukan Beda Paham Pancasila Niken Widya Yunita - detikNews Musuh Bersama Kesenjangan, Bukan Beda Paham PancasilaFoto: Ketua MPR Zulkifli Hasan (Dok. MPR) Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan kembali menegaskan bahwa masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah kesenjangan. Karena itu, kita harus bersatu dan jangan saling memisahkan.
"Mari bicara dan berdebat implementasi Pancasila untuk atasi kesenjangan, bukan membedakan saya Pancasila dan kamu bukan Pancasila," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis dari MPR, Rabu (13/11/2017).
Zulkifli mengatakan itu di hadapan Guru Besar dari Kampus di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Guru Besar Seluruh Indonesia (Pergubi) pada acara Simposium Nasional Pancasila 'Menuju Indonesia 2045' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12/2017).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua UKPPIP Yudi Latif, Mantan Komisioner KPK Haryono Umar, Ketua Pergubi Bomer Pasaribu.
Zulkifli menyebut dalam 20 tahun terakhir ini amanat UUD NRI Tahun 1945 yang menyebut kekayaaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan semakmur-makmurnya untuk rakyat. Namun rupanya amanat tersebut tak terealisasi di kehidupan nyata.
Faktanya saat ini sebagian besar lahan justru dikuasai segelintir orang. Belum lagi
kesenjangan Jawa dan Luar Jawa yang masih timpang.
"Saya selalu sampaikan, saudara-saudara kita di luar Jawa berhak sejahtera. Jangan sampai kesejahteraan, kemajuan, dan pembangunan justru terpusat di Jawa," ucap dia.
Zulkifli berharap guru besar bisa terli bat aktif memberikan solusi implementasi Pancasila. "Presiden Jokowi sudah sampaikan tahun ini sebagai usaha mengatasi kesenjangan. Mari bersatu jangan lagi saling memisahkan," tutupnya.

Dubes Kamboja

Duta Besar Kamboja HOR Nam Bora melakukan kunjungan ke Pimpinan MPR Zulkifli Hasan. Pertemuan digelar di ruang kerja Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Nam Bora menyatakan beberapa hal. Di antaranya, kekagumannya kepada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, beberapa cerita tentang situasi, atau kondisi politik negara Kamboja saat ini, serta kunjungannya ke beberapa daerah di Indonesia, baru-baru ini yakni, Bengkulu.
Nam Bora bahkan menyinggung tentang kepemimpinan baik di kota Bengkulu yang dipimpin Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, adik kandung dari Zulkifli.
"Bengkulu adalah kota yang indah, bersih, dan nyaman. Helmi adalah contoh pemimpin yang baik dan saya mengapresiasi kinerja pemerintahannya, " kata Nam Bora yang pada 4 Desember lalu menghadiri pembukaan Karnaval Batik Besurek di Bengkulu, di antara perwakilan kedutaan negara sahabat lainnya.
Nam Bora juga menyatakan, akan melakukan kerja sama dengan Indonesia di bidang kebudayaan dan seni tradisi.
Nam Bora juga mengungkapkan keinginannya agar Indonesia dan Kamboja memiliki penerbangan langsung. Selama ini, perjalanan dari atau ke Kamboja harus transit lebih dulu ke Singapura sehingga memakan waktu hingga empat jam.
Duta besar yang merupakan anak politisi dan diplomat Kamboja, HOR Namhong ini menyatakan, kekagumannya pada Pancasila yang menurutnya mampu meredam persoalan antar agama di Indonesia.
"Bhinneka Tunggal Ika yang menyentuh hati saya," ujar Nam Bora.
Nam Bora juga menyinggung mengenai kondisi politik negaranya. Kondisinya yakni antara pemimpin saat ini Perdana Menteri Hun Sen yang berasal dari Partai Rakyat (CPP) dan beberapa partai oposisi, dalam menghadapi pemilu Kamboja p ada 2018 mendatang.
Ketegangan di Kamboja meningkat setelah sekelompok mantan gerilyawan Khmer Merah menuding Hun Sen melakukan langkah-langkah tidak adil untuk mempertahankan kekuasaannya. Khususnya hal itu dilakukan dalam pemilihan lokal yang diselenggarakan pada Juni lalu dan pemilu tahun depan.
Soal penerbangan langsung ke Kamboja, Zulkifli menyatakan, akan membantu melakukan komunikasi kepada pemilik maskapai di Indonesia mengenai kemungkinan ada penerbangan langsung tersebut.
Zulkifli juga sempat menceritakan mengenai anaknya yang berkunjung ke Kamboja belum lama ini. Anak Zulkifli bercerita mengenai lingkungan baik dan bersih di Kamboja yang memiliki populasi penduduk sebanyak 15 juta ini.
Zulkifli juga mengatakan, Pancasila sangat dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia dan tiga pilar lainnya yakni, UUD Negara RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(nwy/ega)Sumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »