www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bengkulu

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bedanya Wisata Bunga Rafflesia di Indonesia dan Malaysia

Posted by On 16.05

Bedanya Wisata Bunga Rafflesia di Indonesia dan Malaysia

Rafflesia kemumu Rafflesia kemumu

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu bunga nasional Indonesia, yaitu rafflesia ternyata tak hanya tumbuh di Nusantara. Namun juga di Sabah, Malaysia, bahkan pengelolaan di alam liarnya konon lebih baik.

Hutan-hutan lindung Bengkulu menjadi habitat asli rafflesia terbanyak di Indonesia. Pengelolaan di beberapa tempatnya sekaligus jadi percontohan di hutan lain, seperti Padang, Pangandaran, juga Jawa Barat.

Baca juga : Kumpulan Milenials Merawat Puspa Langka di Bumi Rafflesia

Namun ironisnya masih banyak ditemukan kasus perusakan puspa langka ini, baik oleh wisatawan, pemandu wisata, bahkan masyarakat setempat.

Pada tahun 2017 masih banyak ditemukan kasus perusakan inang rafflesia, pemotongan bunganya, hingga pengecetan dengan cat semprot.

Wisatawan berpose di dekat bunga rafflesia yang mekar di Bengkulu.KOMPAS.com/Firmansyah Wisatawan berpose di dekat bunga rafflesia yang mekar di Bengkulu.Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Khusus Rafflesia dan Anggrek di Kebun Raya Bogor, Sofie Mursidawati mengatakan yang sangat rawan jika rafflesia tumbuh di hutan di luar kawasan konservasi. Alasannya tidak ada yang menjaga dan riskan diperlakukan serampangan oleh oknum masyarakat.

Baca juga : 5 Keistimewaan Bunga Rafflesia yang Bikin Turis Kepincut

"Biasanya yang di hutan lindung itu orang boleh foto dekat bunganya, itu tidak boleh, karena pasti ada inangnya. Yang ada keinjek, patah inangnya," ujar Sofie saat dihubungi KompasTravel, Senin (8/1/2018).

Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu, Sofian Ramadhan membenarkan jika masih banyak terjadi perusakan habitat rafflesia di hutan Bengkulu. Menurutnya hal tersebut marak terjadi karena masyarakat setempat belum teredukasi, dan mengutamakan tradisinya yang salah.

"Ya betul kejadian itu masih banyak. Mereka kan masyarakat asli di habitat itu, sebelum ada KPPL itu tradisinya hukum rimba, siapa yang pertama nemu (rafflesianya), ia yang berhak mengeksploitasi," kata Sofian kepada KompasTravel, Selasa (9/1/2018).

Eksploitasi tersebut berupa pembukaan lahan rafflesia untuk wisata (pameran), tetapi serampangan yakni dengan memotong bunganya dan menunjukkan kepada wisatawan, hingga mewarnainya kembali setelah layu dengan cat semprot.

Rafflesia patma yang mekar di Kebun Raya Bogor pada tanggal 29 Juli 2015 Rafflesia patma yang mekar di Kebun Raya Bogor pada tanggal 29 Juli 2015Sedangkan di Malaysia, menurut Sofie yang pernah meneliti di Sabah, justru masyarakat hutan lindung Sabah lebih peka informasi tentang rafflesia. Di habitatnya wisatawan pun melihat dengan aturan tertentu, hingga fasilitas agar tidak merusak pohon inang.

"Kalau di Malaysia walaupun di hutan justru penduduk setempat sudah dibekali info dengan baik. Ada deck dan trek khusus wisatawan. Jadi, walaupun mendekat wisatawan tidak menginjak inangnya," katanya kepada KompasTravel.

Meski masih marak perusakan, Sofian bersama komunitasnya, KPPL terus mengedukasi masyarakat di beberapa tempat Bengkulu yang terdapat bunga rafflesia.

******************

Mau merasakan liburan seru ke Pulau Bali? Kali ini liburannya gratis dan ke destinasi anti-mainstream! Selama empat hari tiga malam, seluruh biaya peserta sudah ditanggung. Termasuk tiket PP Jakarta-Bali, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone OPPO F5.

Caranya mudah, ikuti photo competition 'Unforgettable Journey'. Klik link ini.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Rafflesia arnoldii, Si Padma Raksasa

Berita Terkait< /h3>

Sejarah Penemuan Bunga Rafflesia Arnoldii, Begini Ceritanya...

Potensi Rafflesia Jadi Obyek Wisata di Bengkulu

6 Perbedaan Harus Diketahui Antara Bunga Bangkai dan Rafflesia

Google Doodle Tampilkan Bunga Rafflesia Arnoldii, Mengapa?

Terkini Lainnya

Hai Mahasiswa! 5 Kota Pilihan untuk Liburan Setelah Sidang Skripsi

Hai Mahasiswa! 5 Kota Pilihan untuk Liburan Setelah Si dang Skripsi

Travel Story 14/01/2018, 07:00 WIB 6 Alternatif Tempat Menginap di Gianyar

6 Alternatif Tempat Menginap di Gianyar

News 13/01/2018, 22:30 WIB Tiga Kedai Starbucks nan Elegan di Kyoto dan Kobe

Tiga Kedai Starbucks nan Elegan di Kyoto dan Kobe

Jepang Terkini 13/01/2018, 17:05 WIB Berkunjung ke Taman Ujung di Karangasem, Bali

Berkunjung ke Taman Ujung di Karangasem, Bali

Travel Tips 13/01/2018, 15:09 WIB 6 Destinasi Luar Negeri Favorit Wisatawan Indonesia pada 2017

6 Destinasi Luar Negeri Favorit Wisatawan Indonesia pada 2017

News 13/01/2018, 13:17 WIB Nikmatnya Sembilang, Dicicipi Rakyat hingga Jokowi

Nikmatnya Sembilang, Dicicipi Rakyat hingga Jokowi

Food Story 13/01/2018, 11:03 WIB Rekreasi Habis Skripsi, Ini Tempat Wisata Murah di Sekitar Jakarta

Rekreasi Habis Skripsi, Ini Tempat Wisata Murah di Sekitar Jakarta

Travel Story 13/01/2018, 09:45 WIB Destinasi Digital Bantu Wisatawan Dapatkan Spot Instagramable

Destinasi Digital Bantu Wisatawan Dapatkan Spot Instagramable

News 13/01/2018, 08:22 WIB Jiwangga Resto, Hadirkan Suasana Majapahit Kuno

Jiwangga Resto, Hadirkan Suasana Majapahit Kuno

Food Story 13/01/2018, 07:20 WIB Tahun 2018, Jaringan Hotel Omega Bakal Buka 4 Hotel Baru

Tahun 2018, Jaringan Hotel Omega Bakal Buka 4 Hotel Baru

Hotel Story 12/01/2018, 22:00 WIB Hotel Ini Tawarkan Liburan Gratis ke Labuan Bajo 3 Hari 2 M   alam, Mau?

Hotel Ini Tawarkan Liburan Gratis ke Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam, Mau?

News 12/01/2018, 21:00 WIB 20 Maskapai Paling Aman di Dunia Tahun 2018

20 Maskapai Paling Aman di Dunia Tahun 2018

News 12/01/2018, 20:04 WIB Ini Dia Gerai Pencetus 'Cheesecake' Panggang

Ini Dia Gerai Pencetus "Cheesecake" Panggang

Jepang Terkini 12/01/2018, 19:07 WIB 5 Tips Menjelajah Hutan Bakau di Bali

5 Tips Menjelajah Hutan Bakau di Bali

Travel Tips 12/01/2018, 18:21 WIB Soal Bunaken, Pemprov Sulut-Kementerian LHK Jalin Kerja Sama

Soal Bunaken, Pemprov Sulut-Kementerian LHK Jalin Kerja Sama

News 12/01/2018, 17:32 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »