www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

Posted by On 04.09

Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

JAKARTA, KOMPAS.com - Eje Kim, profesor ahli geologi dari Seoul National University Korea ini sejak 1997 telah berkeliling negara-negara di Asia Tenggara untuk mempelajari alam dan kehidupan masyarakatnya.

Asia Tenggara yang dianggap "rendah" di negara asalnya, ternyata mampu ditepisnya setelah mengunjungi berbagai negara, terutama Indonesia.

Uniknya, tak hanya fokus di bidang keahliannya yang ia pelajari. Namun salah satu buah khas Asia Tenggara lah yang telah membuatnya nyaman, dan berkesan.

Menginjak usianya yang ke 46 tahun, kini ia telah memilih beberapa negara di Asia Tenggara yang ia juluki " Durian Kingdom" yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Ia menceritakan keseruannya bersama durian di berbagai negara tersebut saat peluncuran buku Happy Yummy Journey, di Gramedia Central Park, Jakarta, Sabtu (10/2/201 8).

Ketika ditanya, dari berbagai negara tersebut durian mana yang membuatnya paling berkesan? Lalu ia pun diminta memilih durian mana yang terbaik.

"Singapura jadi tempat pertama saya menyelesaikan tesis, sekaligus pertama kali berjumpa durian," terangnya pada hadirin yang datang sore itu.

Menurutnya di Singapura amat banyak durian, negara tersebut juga mempromosikan durian dengan hebat. Mulai pariwisatanya menjanjikan durian bagi para turis, hingga ada media cetak yang menamainya dengan "Durian Post".

Namun setelah ia telusuri, ragam durian yang banyak di Singapura ternyata berasal dari Indonesia dan Malaysia. Paling banyak menurutnya dari daerah Medan, Sumatera Utara.

Durian Musang King.KOMPAS/M CLARA WRESTI Durian Musang King.Sementara di Malaysia, durian juga cukup banyak. Poin yang paling menarik untuknya ialah amat ban yak olahan durian di sana. Mulai permen durian, kripik durian, cokelat durian, bahkan yang tidak masuk akal seperti sabun durian.

"Ragam olahan durian di Malaysia belum cukup bagi saya untuk menikmati durian seutuhnya. Itu tidak segar dan sudah terlalu banyak campuran," pekiknya.

Hanya durian Musang King dan beberapa jenis yang membuatnya suka akan citarasa durian Malaysia.

Untuk Thailand, menurutnya jenis durian di sana hanya ada satu yang layak yaitu durian Bangkok. Ia merasa bosan berlama-lama di Thailand untuk mencicipi durian.

"Di Thailand ada kafe durian terkenal, dari Malaysia. Namanya Musangking cafe, tapi rasa duriannya tidak enak. Seperti ubi manis. Namun mereka (warga Thailand) suka," ujarnya.

Antusiasme pengunjung yang sedang berburu durian di salah satu Semarang Festival Durian 2017, Sabtu (25/2/2017).KOMPAS.com /Muhammad Irzal Adiakurnia Antusiasme pengunjung yang sedang berburu durian di salah satu Semarang Festival Durian 2017, Sabtu (25/2/2017).Festival Bazar Durian BogorKOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Festival Bazar Durian BogorIndonesia ialah negara terakhir yang ia eksplor duriannya. Ia menemukan jenis durian yang amat beragam, bahkan hingga kini ia telah mengunjungi berbagai kota dari Aceh hingga Papua, tapi belum semua jenis telah ia coba.

"Durian Indonesia sangat beragam, memiliki kandungan minyak yang berbeda, tekstur yang berbeda, aroma berbeda, dan rasa yang berbeda dari ekosistem yang berbeda," ucapnya.

Durian Indonesia memiliki karakteristik yang khas di setiap jenisnya. Tidak seperti di Malaysia, yang terlalu banyak rekayasa generik, perbedaannya menurutnya kurang alami.

"Durian Indonesia masih amat alami, banyak di hutan-hutan yang enak. Seperti wine terbaik yang berasal dari perkebunan kecil, bukan industri massal yang sudah banyak rekayasa," tutupnya dalam pertanyaan tersebut.


Berita Terkait

Mau Mencicip 20 Jenis Durian Berbeda Asli Indonesia?

Lamongan Kepincut Kembangkan Destinasi Wisata Agro Durian

Saatnya Mencicipi Nikmatnya Durian Aceh...

7 Festival Durian Terheboh Sepanjang 2017

Terkini Lainnya

Yang Baru di Rangkasbitung Banten, Yuk Main ke Museum Multatuli

Yang Baru di Rangkasbitung Banten, Yuk Main ke Museum Multatuli

Travel Story 13/02/2018, 18:10 WIB Libur Imlek, Ini 3 Tempat Wisata Tanah Leluhur Tionghoa di Palembang

Libur Imlek, Ini 3 Tempat Wisata Tanah Leluhur Tionghoa di Palembang

Travel Tips 13/02/2018, 17:00 WIB Unik, Ada Peternakan Burung Unta di Jepang

Unik, Ada Peternakan Burung Unta di Jepang

Jepang Terkini 13/02/2018, 16:07 WIB Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesi   a

Petualangan Profesor Korea Mencari Durian Terenak di Indonesia

Travel Story 13/02/2018, 15:11 WIB Indonesia Promosikan 'Beyond Bali' pada Pameran Pariwisata di Italia

Indonesia Promosikan "Beyond Bali" pada Pameran Pariwisata di Italia

News 13/02/2018, 14:18 WIB Tips Membuat Kopi Manual Brew di Rumah

Tips Membuat Kopi Manual Brew di Rumah

Travel Tips 13/02/2018, 13:38 WIB Agenda Pariwisata Riau 2018, Ada Ombak Bono sampai Bakar Tongkang

Agenda Pariwisata Riau 2018, Ada Ombak Bono sampai Bakar Tongkang

News 13/02/2018, 11:43 WIB Apakah Teh Celup Mahal Pasti Berkualitas Tinggi?

Apakah Teh Celup Mahal Pasti Berkualitas Tinggi?

Food Story 13/02/2018, 10:06 WIB Mendengar Bisik-bisik Anak Padang di Wings of Time Singapura...

Mendengar Bisik-bisik Anak Padang di Wings of Time Singapura...

Travel Story 13/02/2018, 09:02 WIB Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

Ini Perbedaan Durian di Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya...

Food Story 13/02/201 8, 08:00 WIB Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia

Eje Kim, Profesor asal Korea yang Jatuh Cinta dengan Durian Indonesia

Travel Story 13/02/2018, 07:00 WIB Minuman Jahe Campur Rempah-rempah, Seperti Apa Jadinya?

Minuman Jahe Campur Rempah-rempah, Seperti Apa Jadinya?

Food Story 12/02/2018, 22:15 WIB GranDhika Run 2018, Balon dan Kostum Unik Hiasi Flyover Antasari

GranDhika Run 2018, Balon dan Kostum Unik Hiasi Flyover Antasari

News 12/02/2018, 21:35 WIB Sekarang Wisata ke Goa Pindul Dibatasi, Per Hari 2.600 Orang

Sekarang Wisata ke Goa Pindul Dibatasi, Per Hari 2.600 Orang

News 12/02/2018, 21:00 WIB 7 Penginapan di Dunia yang Ramah Lingkungan

7 Penginapan di Dunia yang Ramah Lingkungan

Hotel Story 12/02/2018, 20:15 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »