www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bengkulu

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hari Nelayan di Bengkulu Dimeriahkan Parade Kapal Tolak Trawl

Posted by On 18.15

Hari Nelayan di Bengkulu Dimeriahkan Parade Kapal Tolak Trawl

Parade kapal oleh nelayan tradisional menolak trawl di Kota Bengkulu.KOMPAS.com/FIRMANSYAH Parade kapal oleh nelayan tradisional menolak trawl di Kota Bengkulu.

BENGKULU, KOMPAS.com - Sekitar 26 kapal nelayan tradisional di Kota Bengkulu menggelar parade di Samudera Hindia sambil menyuarakan tolak trawl, Jumat (6/4/2018).

Parade diikuti ratusan nelayan, dimulai dari Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu. Antusias masyarakat cukup tinggi dalam parade.

"Ini merupakan peringatan Hari Nelayan Nasional. Kita dan semua nelayan bersepakat untuk menjaga lingkungan laut dan meninggalkan alat tangkap < em>trawl," kata koordinator parade, Kelvin Aldo.

Parade selain diikuti 26 kapal tradisional mengarungi Samudera Hindia juga diikuti oleh kaum ibu, remaja, dan anak-anak.

(Baca juga : Dilarang Melaut, Nelayan Trawl Bengkulu Diberi Jatah Hidup )

Kelvin mengungkapkan, nelayan merupakan salah satu aset nasional dalam menunjang perekonomian nasional yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Setelah 57 tahun Hari Nelayan Nasional diggagas, kehidupan para nelayan di Indonesia, termasuk di Bengkulu masih memprihatinkan. Taraf hidup mereka masih jauh dari kata sejahtera.

Dengan fasilitas penangkap ikan seadanya, para nelayan juga semakin terpuruk di tengah degradasi sumber daya laut.

Degradasi tersebut salah saturnya disebabkan operasi alat penangkapan ikan terlarang pukat harimau atau trawl.

Seperti dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71/PERMEN-KP/2016 tentang Jalur Penangka pan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik.

Meski sudah dilarang pengoperasiannya melalui sejumlah regulasi, faktanya alat trawl masih beroperasi dengan leluasa di perairan Bengkulu.

(Baca juga : Laut Bebas Trawl, Nelayan Bengkulu Gelar Sujud Syukur)

Para nelayan tradisional Bengkulu sudah berpuluh tahun "berperang" dengan trawl. Kesabaran tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan kelonggaran pada penggunaan alat tangkap tersebut.

Kemudian, terhitung 1 Januari 2018, pengoperasian trawl dinyatakan melanggar hukum. Namun anehnya, operasi alat ini masih ditemui di perairan Bengkulu mulai dari pesisir Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan Seluma hingga Bengkulu Selatan.

Untuk menyatakan penolakan terhadap trawl, para nelayan tradisional yang bergabung dalam Aliansi Nelayan Tradisional Be ngkulu (ANTB) sudah berulangkali menyampaikan aspirasi.

Hari Nelayan Nasional tahun ini kembali menjadi momentum bagi nelayan untuk mendesak aparat penegak hukum membersihkan trawl dari laut Bengkulu.

Di Bengkulu saat ini masih beroperasi setidaknya 300 unit kapal pengguna trawl.

"Karena itu parade laut menggunakan seratusan kapal tradisional menjadi momentum untuk mendesak penegak hukum segera bertindak sebelum para nelayan tradisional mengambil tindakan sendiri-sendiri," tegas Kelvin.

Sementara nelayan tradisonal Bengkulu, Rahman Syah mengatakan, perjuangan nelayan tidak akan kendor untuk memastikan sumber daya laut Bengkulu bebas dari eksploitasi kapal trawl.

"Kami tidak akan menyerah untuk membela laut dari trawl karena laut adalah masa depan kami," katanya seraya mengatakan parade ini dikawal KRI Kurau dan dua kapal patroli lainnya.



Berita Terkait

20 Hari Terombang-ambing di Laut, 5 Warga Rohingya Diselamatkan Nelayan Aceh

Kapal Nelayan di Muara Angke Terbakar

Dilarang Melaut, Nelayan "Trawl" Bengkulu Diberi Jatah Hidup

Hasanudin Siap Bela Nelayan Jawa Barat dengan Program "Jabar Seubeuh"

Siklon Tropis Marcus di Samudra Hindia, Nelayan Diminta Waspadai Kenaikan Gelombang

Terkini Lainnya

Prabowo dan Luhut Bertemu, Apa yang Dibicarakan?

Prabowo dan Luhut Bertemu, Apa yang Dibicarakan?

Nasional 07/04/2018, 08:01 WIB Terkait Kasus Kompol Fahrizal Tembak Mati Adik Ipar, Sudah Saatnya UU Polri Direvisi

Terkait Kasus Kompol Fahrizal Tembak Mati Adik Ipar, Sudah Saatnya UU Polri Direvisi

Nasional 07/04/2018, 08:00 WIB Menyoal Konsep Taman Maju Bersama yang Jadi Janji Kampanye Anies-Sandi

Menyoal Konsep Taman Maju Bersama yang Jadi Janji Kampanye Anies-Sandi

Megapolitan 07/04/2018, 07:58 WIB Panggil Facebook, Komisi I DPR Juga akan Cecar Soal Pajak

Panggil Facebook, Komisi I DPR Juga akan Cecar Soal Pajak

Nasional 07/04/2018, 07:52 WIB Bulan Kedua Pasca-kejadian, Kematian Mantan Wakapolda Sumut Masih Misteri

Bulan Kedua Pasca-kejadian, Kematian Mantan Wakapolda Sumut Masih Misteri

Regional 07/04/2018, 07:43 WIB GP Ansor Jatim: Sukmawati Minta Maaf, Kami Diperintah Cabut Laporan

GP Ansor Jatim: Sukmawati Minta Maaf, Kami Diperintah Cabut Laporan

Regional 07/04/2018, 07:29 WIB Membandingkan Sosok Jokowi dan Prabowo dari Kacamata Kaum Milenial

Membandingkan Sosok Jokowi dan Prabowo dari Kacamata Kaum Milenial

Nasional 07/04/2018, 07:11 WIB KPU Pertimbangkan Atur Usulan Tempat Khusus Anak Saat Kampanye

KPU Pertimbangkan Atur Usulan Tempat Khusus Anak Saat Kampanye

Nasional 07/04/2018, 07:01 WIB 8 “Crosser” Malaysia yang Ditahan Imigrasi Nunukan Sempat Mengaku Kesulitan Perizinan

8 “Crosser” Malaysia yang Ditahan Imigrasi Nunukan Sempat Mengaku Kesulitan Perizinan

Regional 07/04/2018, 06:53 WIB  Jusuf Kalla Anggap Perpres TKA Justru Menguntungkan Indonesia

Jusuf Kalla Anggap Perpres TKA Justru Menguntungkan Indonesia

Nasional 07/04/2018, 06:44 WIB Jusuf Kalla Minta Pemecatan Dokter Terawan dari IDI Dikaji Ulang

Jusuf Kalla Minta Pemecatan Dokter Terawan dari IDI Dikaji Ulang

Nasional 07/04/2018, 06:26 WIB Komisi I Minta Kemenkominfo 'Sentil' Facebook

Komisi I Minta Kemenkominfo "Sentil" Facebook

Nasional 07/04/2018, 06:23 WIB Kron   ologi Kereta Sancaka Tabrak Truk Trailer di Ngawi

Kronologi Kereta Sancaka Tabrak Truk Trailer di Ngawi

Regional 07/04/2018, 00:08 WIB Kondisi Mantan Agen Ganda Rusia Dikabarkan Membaik

Kondisi Mantan Agen Ganda Rusia Dikabarkan Membaik

Internasional 06/04/2018, 23:56 WIB 4 Jam Terjepit Lokomotif, Jasad Masinis KA Sancaka Berhasil Dievakuasi

4 Jam Terjepit Lokomotif, Jasad Masinis KA Sancaka Berhasil Dievakuasi

Regional 06/04/2018, 23:55 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »