www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bengkulu

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ekspor Jagung Indonesia Lampui Target

Posted by On 17.32

Ekspor Jagung Indonesia Lampui Target

Ekspor Jagung Indonesia Lampui Target Redaktur:

SURPLUS- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Dubes Tanzania Ramdhani Kitwana Dau mengecek jagung yang akan diekspor, di Gorontalo, Kamis (3/5) JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ekspor jagung dari Gorontalo pada 2018 ini melebihi target. Dari target ekspor semul a 57 ribu ton menjadi sekitar 70 ribu ton jagung. Sehingga pada 2018 akan digenjot menjadi 150 ribu ton di Gorontalo, kemarin.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman bahwa kami apresiasi Pak Gubernur, Pak Bupati. Dimana janjinya kepada kami bahwa Gorontalo akan mengekspor jagung tahun ini sebanyak 57 ribu ton. Tahun ini ke Negara Filipina dan negara lainnya. ”Ternyata 57 ribu ton selesai dalam 3 bulan. 70 ribu ton malah. Maka kami target dua kali lipat menjadi 100 ribu atau 150 ribu ton. Karena ini mengangkat kesejahteraan negara,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman, didampingi Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Ramdhani Kitwana Dau saat mengecek jagung yang akan diekspor, di Gudang PT. Gorontalo Pangan Lestari (GPL) Kamis (3/5).

Amran melanjutkan, presiden menyebutkan ada 2 hal yang mengangkat kesejahteraan negara dan ekonomi kita, pertama ekspornya dan kedua investasi. ”Sekarang ini kita kejar ekspor karena negara kita kaya. Tahun i ni rencana ekspor Indonesia mencapai 500 ribu ton, tapi karena Gorontalo sudah surplus, mudah-mudahan lebih dari 500 ribu ton itu,” sambungnya.

Bibitnya kita pun kita tambah. Sambung Amran, kami senang dengan Gorontalo. Yang penting Gorontalo target tercapai 150 ribu ton. ”Kita dulu impor 3,6 juta ton setara dengan Rp 10 triliun. Sekarang sudah ekspor. Kita lakukan hal sama dengan komoditas lain. Sangat cepat 2 tahun ekspor. Ini untuk mengangkat kesejahteraan Petani. Tahun ini seluruh Indonesia akan terus mengekspor,” ujar Andi Amran usai melakukan pelepasan ekspor jagung dari Gudang PT. Gorontalo Pangan Lestari (GPL) untuk pengiriman 6.600 ton jagung ke Filiphina yang ke 12 dengan total 70.150 ton jagung.

Amran melanjutkan, ini menjadi rol model pangan yang tadinya impor menjadi ekspor. Kita juga ekspor telur dan beras juga sehingga aman. Dimana pertumbuhan penduduk Indonesia 3 juta pertahun, tercukupi. Komunitas ada perkebunan holtikultura dan peternakan. Per tama dalam sejarah kita tembus ekspor ayam ke Jepang. ”Jadi kalau arahan dari Presiden bertani dengan cerdas. Kembalikan kejayaan rempah-rempah. Termasuk kelapa dan ini yang harus dikembalikan. Dan di Koperasi dapat lebih tinggi. Koperasi harus di korporasikan supaya kuat,” ungkap Amran.

Jadi bagaimana melihat peluang, yang tertinggi nilainya adalah waktu. Jadi bukan emas atau kalajengkingnya. Tetapi gunakan waktu dengan efisien, jangan berbelit birokrasinya. ”Menghemat waktu, berkualitas dan rakyat sejahtera. Dulu antri menunggu dan surat diurus berbulan-bulan. Sekarang jika ada yang mau ekspor, suratnya dikirim. Gratis dan jangan ada yang pungut-pungut. Jika tidak akan kita geser. Saat ini kita gunakan e katalog, dulu meminta benih bisa sampai 4 bulan, sekarang langsung. Kita ekspor langsung agar nilai lebih tinggi,” sambungnya.

Saat ini, katanya, sudah yang ke 12 pengiriman sebanyak 6.600 ton jagung dikirim langsung ke Filiphina. Dimana 9 pengiriman dari PT. GPL, sedangkan yang tiga pengiriman lainnya dari perusahaan lain yang ada di Gorontalo. ”Di Gorontalo, pada waktu 4 bulan maka jagung sudah dapat dipanen, sehingga 1 tahun bisa 3 kali panen dengan manajemen yang bagus. Dan

karantina cuma memfasilitasi meyakinkan bahwa barang (jagung) yang dikirim sudah sesuai dan bebas dari penyakit. Tapi terkait berapa produksinya itu petani yang menentukan," tambah

Kepala Balai Karantina Pertanian Gorontalo, Indra Dewa.

Indra menambahkan, karantina bisa dilakukan di Pelabuhan, kita jaga kebersihannya dan sebelum muat barang kita juga cek kebersihan kapal pengangkut. Untuk 6.600 ton jagung bisa sampai 6 hari karantina sekaligus proses pemuatan. Di uji entomologi atau hama gudangnya sehingga jangan sampai ada serangga yang hidup.

Dalam proses pengiriman, sambung Indra, berkaitan dengan cuaca maka jagung ini harus di curah agar terhindari dari jamur. ”Untuk produksi di lapangan, 7 ton jagung per hektare di Gorontalo, kalau di Jawa bisa sampai 11 ton jagung per hektare. Iklim dan faktor tanah mempengaruhi. Dan yang paling penting adalah manajemen,” tandasnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekspor-jagung&nbsp#menteri-pertanian&nbsp
Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »