www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia Belum Siap Pakai Pilkada Online

Posted by On 21.04

Indonesia Belum Siap Pakai Pilkada Online

www.metaonline.id Connect with us

metaonline.id Pilakda serentak. (ilustrasi/istimewa)

METAONLINE,- Banyak pihak menilai sistem pilkada secara online belum pas dan cocok diterapkan di Indonesia saat ini. Banyak hal mesti dibenahi lebih dulu sebelum menerapkan sistem pemilihan semisal ini.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono mengungkapkan, awal tujuannya ide supaya pilkada digelar secara online ini agar tidak ada lagi faktor politik berbiaya mahal yang menimbulkan praktik korup.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto meminta, pemerintah mengkaji mendalam ide pilkada online sebelum diimplentasikan.

Di pandang dari berbagai sisi, Indonesia belum siap pakai sistem pilkada online. kata Su nanto, tiga faktor penyebab pilkada secara online belum pas dan cocok diterapkan di Iindonesia.

Pertama, sistem TI milik penyelenggara pemilu dan pemerintah belum memungkinkan untuk menghimpun big data. Kedua, kepemilikan masyarakat terhadap teknologi informasi belum merata. Ketiga, kerawanan pembajakan dan masalah sumber daya manusia.

“Untuk bisa menggelar pilkada secara onlie seperti e-voting itu butuh big data. Indonesia belum memiliki itu sepenuhnya.Kalaupun dipaksakan pasti pakai lelang dulu segala macam dan itu memakan waktu lama. Kemudian, akses atau kepemilikan masyarakat terhadap TI seperti smartphone itu belum merata seperti di Jakarta. Belum lagi kerawanan sistem TI,” Minggu (6/5).

Sunanto mengakui, pilkada secara online bisa meminimalisir biaya pilkada. Tapi, terangnya, sistem ini tidak bisa meminimalisir mahar politik yang harus dibayar peserta. Daripada mengapung-apungkan wacana pilkada secara online, tegas dia, lebih baik semua stake holders m encari solusi masalah timbul di pilkada langsung. (Sir/bbs)

Up Next

Pemilih Harus Tau Ide & Visi Misi Calon Kepala Daerah

Don't Miss

Nasi Hangat Indonesia, Bakar Perjuangan Gaza

admin Continue Reading Advertis ement

Ekonomi

Regulasi Perikanan Bikin Nelayan Menjerit

Published

2 menit ago

on

Mei 7, 2018

By

admin metaonline.id Nelayan Indonesia. (istimewa)

METAONLINE,- Tahun 2019 adalah tahun yang sangat berat bagi para nelayan, pasalnya banyak regulasi yang tak berpihak kepada mereka. diharapkan Undang-undang Perikanan 2018 segera direvisi.

Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto Samawa menyampaikan, sejak diberlakukannya segudang aturan oleh pemerintah, sejak 2014 nelayan tak bisa berkutik.

Menurutnya, nelayan adalah kelompok pekerjaan yang sangat rentan jadi korban kebijakan yang ada. Bahkan, mereka banyak yang terpuruk kemiskinan dan utang.

“Terbukti, kebijakan pelarangan alat tangkap belum juga selesai. Bahkan tidak beri solusi hingga sekarang,” ujarnya.

Menuju 2019, kegelisahan, keputusasaan, kesedihan dan hutang semakin bertambah akan beban nelayan. Apalagi, subsidi BBM nelayan dipangkas selama periode pemerintahan Jokowi.

“Bisa jadi akan banyak anak-an ak keluarga nelayan yang putus sekolah. Situasi ini menggelisahkan dan menakutkan. Ini bukan didramatisasi. Realitasnya nelayan sangat kesulitan,” tuturnya.

Salah satu kondisi yang paling mencemaskan nelayan, lanjut Rusdianto, adalah pelarangan alat tangkap cantrang. Karena pada 2019 nanti akan benar-benar dilarang. Padahal, alat tangkap itulah yang paling bisa diandalkan nelayan saat ini. (Sir/bbs)

Continue Reading

Ekonomi

Jagung Gorontalo Terkenal Di Mancanegara

Published

56 menit ago

on

Mei 7, 2018

By

admin metaonline.id Jagung Gorontalo. (dok: dkpp.jabarprov/istimewa)

METAONLINE,- Tanah Indonesia memang subur dalam segala hal, terutama dalam bidang pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bertekad memacu produksi jagung Gorontalo. Peningkatan produksi jagung dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. Terlebih, kualitas jagung Gorontalo sudah dikenal di mancanegara.

“Indonesia memiliki sentra jagung di sejumlah daerah seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Mancanegara justru mengenal jagung Gorontalo. Kalau kami ke Filipina, yang dikenang adalah Gorontalo,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat panen raya di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Minggu (6/5).

Produksi jagung Gorontalo tahun ini sudah mencapai 70 ribu ton. Angka tersebut lebih tinggi dari target yang diberikan Pemerintah, yaitu 57 ribu ton. Hebatnya lagi, angka 70 ribu ron jagung itu sudah dicapai pada Mei ini.

“Karena prestasi Ggorontalo, saya beri bantuan bibit untuk lahan seluas 80 ribu hektar. Ini bantuan bibit terbesar sepanjang sejarah kami,” terang Amran.

Amran memastikan, harga jagung saat ini sangat bagus dan menguntungkan bagi petani. Sejak ada Perpres yang mengatur hal itu, tak ada lagi petani yang mejerit karena harga yang jatuh.

Salah satu masalah yang dihadapi petani jagung Gorotalo selama ini adalah tingginya kandungan air. Untuk menyelesaikan hal itu, Amran pun siap mengirim mesin pengering canggih ke Gorontalo.

Selain jagung, Amran berupaya meningkatkan produksi kelapa. “Indonesia adalah produsen kelapa nomor satu dunia, dengan prediksi 18,3 j uta ton. Kami tidak puas dengan itu, kami mau nomor satu plus-plus,” kata Amran.

Luasan lahan kelapa Indonesia saat ini nomor satu di dunia. Namun, produktivitasnya masih kalah dari Filipina dan Thailand, hanya 1 ton per hektar. Amran bertekad akan meningkatkan produktivitas itu 4 ton per hektar. (Sir/bbs)

Continue Reading

Nasional

Pemilih Harus Tau Ide & Visi Misi Calon Kepala Daerah

Published

2 jam ago

on

Mei 7, 2018

By

admin metaonline.id istimewa

METAONLINE,- Pemilih diharapkan cerdas memilih calon kepala daerah. Salah satunya, mengetahui visi misi para calon. Masyarakat harus tahu gagasan dan visi misi calon kepala daerah. Apakah ide dan visi misi mereka orisinil, plagiat alias menjiplak kebijakan sudah ada.

“Masyarakat jangan sampai tertipu janji calon. Jangan-jangan gagasannya tidak orisinil. Ini sama saja menipu rakyat,” kata Direktur Eksekutif Political Review (EPR) Ujang Komarudin di Jakarta, Minggu (6/5).

Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan, bahwa calon kepala daerah harus memiliki imajinasi membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat. Seharusnya calon tidak meniru progam pemerintah dan punya gagasan sert a terobosan jitu.

tjahjo mencontohkan, pada sektor pendidikan para calon kepala daerah hendaknya tidak lagi berkoar-koar akan menggratiskan pendidikan dari SD hingga SMU. Pasalnya, program ini sudah jadi program pemerintah pusat.

“Jika ingin memajukan pendidikan di daerah, calon kepala daerah bisa bikin terobosan baru. Misalnya memberikan beasiswa full kepada rakyat untuk S1. Jadi buat apa kampanyekan sekolah gratis sampai tingkat SMU wong itu sudah jadi program pemerintah,” jelasnya. (Sir/bbs)

Continue Reading

Trending

  • Ragam META4 bulan ago

    Diam Saat Marah, Sifat Pemilik Zodiak Ini

  • Nasional4 bulan ago

    Namanya Masuk 10 Besar Calon Wakil Presiden 2019

  • Kota Tangerang7 bulan ago

    Begini Syarat Driver Grab Bergabung Dengan Inkopp ol

  • Hukum Kriminal4 bulan ago

    Polisi Tangkap 6 Pelaku Kasus Video Porno Bocah Dengan Perempuan Dewasa

  • Ragam META4 bulan ago

    Sperma Baik untuk Kulit Wajah?

  • Kota Tangerang7 bulan ago

    Ini Penjelasan Pihak Sekolah Soal Kepsek SMAN 6 Tangerang Tampar Murid

  • Kab Tangerang2 bulan ago

    Hujan Es Guyur Tangerang, Begini Penjelasan BMKG

  • PNS Bakal Banjir Du   it Saat LebaranPNS Bakal Banjir Duit Saat Lebaran Nasional4 minggu ago

    PNS Bakal Banjir Duit Saat Lebaran

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »