Kirim Berita Bengkulu: Klik Disini | Konfirmasi Berita Bengkulu: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ratusan Paket Proyek Infrasruktur di Bengkulu Belum Ditenderkan

Posted by On 05.51

Ratusan Paket Proyek Infrasruktur di Bengkulu Belum Ditenderkan

Usmin / JAS Sabtu, 14 Juli 2018 | 12:08 WIB

Bengkulu - Sebanyak 177 dari 377 paket proyek peningkatan infrastruktur dan proyek lainnya tahun anggaran 2018 di Pemprov Bengkulu, hingga pertengahan Juli ini, belum masuk ke unit pelayanan pengadaan (ULP) setempat, untuk ditenderkan guna mendapatkan rekanan kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Ratusan paket proyek yang dibiayai APBD Bengkulu 2018, yang belum ditenderkan itu, tersebar di puluhan organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemprov Bengkulu. Proyek yang belum dilelang itu bernilai sekitar Rp 450 miliar.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Bengkulu, Juni Irawati, di Bengkulu, Jumat (13/7), tidak membantah hal masih ada ratusan paket proyek APBD 2018, yang belum masuk ke ULP untuk ditenderkan.

"Ada ra tusan paket proyek tahun 2018 di lingkup Pemprov Bengkulu, sampai sekarang belum masuk ke ULP untuk dilakukan tender guna menentukan kontraktor pemenang untuk mengerjakan proyek tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, dari 200 paket proyek yang sudah masuk ke ULP Provinsi Bengkulu, sebanyak 94 paket belum selesai dilelang. Sedangkan sisanya sebanyak 106 paket sudah dilelang dan sebagian telah mulai dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender.

"Kita akan tuntaskan secepatnya proses lelang setiap paket proyek yang sudah masuk ke ULP, termasuk 94 paket yang belum ditenderkan tersebut. Sepanjang syarat lengkap proses tender langsung kita gelar," ujarnya.

Dijelaskan, total proyek APBD 2018 Pemprov Bengkulu, tercatat sebanyak 377 paket senilai Rp 799 miliar, tersebar di 20 OPD. Dari jumlah itu, yang masuk ke ULP sebanyak 200 paket senilai Rp 438 miliar.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto mengatakan, sangat menyesalkan kinerja OPD di lingkung P emprov Bengkulu, karena pertengahan tahun anggaran 2018, masih ada ratusan paket proyek APBD belum masuk ke ULP.

"Saya kecewa dengan kinerja OPD di lingkup Pemprov Bengkulu, karena masih ada ratusan paket proyek APBD belum masuk ke ULP untuk ditenderkan. Sedangkan tahun anggaran masa efektif tinggal empat bulan lagi," ujarnya.

Politisi dari Partai Gerindra ini menambahkan, jika proyek tersebut, tidak segera ditenderkan dalam waktu dekat, maka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD 2018, akan banyak lagi bisa mencapai ratusan miliar, seperti yang terjadi pada tahun anggaran 2016 dan 2017.

"Untuk apa kita mengesahkan APBD besar-besar kalau tidak bisa membelanjakannya. Selama tiga tahun ini Silpa APBD Provinsi Bengkulu mencapai ratusan miliar, akibat eksekutif tidak bisa membelanjakannya," ujarnya.

Suharto menambahkan, akibat proyek ABPD Provinsi Bengkulu, tidak berjalan secara maksimal, maka sangat berdampak terhadap ekonomi masyara kat daerah ini. Sebab, lapangan kerja berkurang dan peredaran uang sedikit.

Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat Bengkulu, belakangan ini turun tajam. "Saya berharap OPD dilingkup Pemprov Bengkulu, segera memasukkan proyek-proyek yang ada di instansinya ke ULP untuk dilelang, sehingga bisa dijalankan dalam waktu dekat," ujarnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, berkali-kali meminta pimpinan OPD untuk menyampaikan paket proyek yang akan dilelang ke ULP setempat. Ini dilakukan agar seluruh proyek APBD 2018, dapat direalisasikan dengan baik.

Namun, imbauan yang disampaikan Plt Gubernur Bengkulu ke pimpinan OPD tidak diperhatikan dengan baik. Buktinya, sampai pertengahan Juli ini, masih ada ratusan paket proyek APBD belum ditenderkan.

Hal ini akan berdampak terhadap realisasi penyerapan anggaran 2018. Padahal, tahun anggaran 2018 efektifnya tinggal 4 bulan lagi. Karena itu, jika proyek 2018 tidak segera dilaksanakan dalam wakt u dekat Silpa APBD tahun ini akan besar lagi.


Sumber: Suara Pembaruan Sumber: Berita Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »